kitakaya

Di Balik KITAKAYA! - Perang Makanan

Ada banyak sekali cerita di balik pembuatan Seri Buku KITAKAYA! Kami akan mencoba membagikannya satu persatu kepada Teman-teman. :)

Cerita pertama Di Balik KITAKAYA! adalah tentang Riri Damayanti dan buku Perang Makanan!

Di awal pembuatan KITAKAYA!, storyhoop bertemu banyak sekali ilustrator untuk mengajak mereka terlibat membuat ilustrasi seri buku ini. Salah satunya adalah Riri Damayanti, desainer interior yang punya anak laki-laki bernama Nolan Athar Anargya.

Awalnya, Riri sempat ragu! Mungkinkah dia bisa menyelesaikan ilustrasi-ilustrasinya tepat waktu? Karena hari-hari Riri diisi dengan sibuknya pekerjaan dan serunya bermain bersama Nolan, mengerjakan ilustrasi buku sepertinya tidak mungkin! Tetapi akhirnya Riri memutuskan untuk menyetujui ajakan kami, karena sejak dulu, salah satu keinginan Riri adalah mengerjakan karya ilustrasi sampai betul-betul selesai.

Dalam prosesnya, ada banyak sekali hambatan. Mulai dari rasa ragu, waktu senggang yang sempit sekali untuk berkonsentrasi mengerjakan ilustrasi, teknik ilustrasi yang belum dikuasai, hingga banyak hambatan lain. Perlahan-lahan, Riri berhasil menyelesaikan semua ilustrasinya! Hore!

Ilustrasi Riri untuk halaman muka Perang Makanan

Ilustrasi Riri untuk halaman muka Perang Makanan

Sayangnya, pada waktu storyhoop dan Letterplatters mendiskusikan ketujuh buku yang akan diterbitkan, karya Riri tidak berhasil melewati tahap editing. Buku Perang Makanan lalu dialihkan kepada ilustrator lain, yaitu Agnes Retno.

Tetapi kami tidak ingin karya Riri berakhir di arsip komputer saja! Sehingga, kami mencetak buku Perang Makanan edisi spesial dengan ilustrasi yang diselesaikan Riri, yang kami dedikasikan dan kami cetak khusus untuk Nolan. Senang sekali karena buku itu sudah sampai di tangan Riri dan Nolan bulan November kemarin!

Riri bersama buku Perang Makanan Edisi Nolan

Riri bersama buku Perang Makanan Edisi Nolan

Kami ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Riri! Selamat ya, sudah berhasil mengerjakan satu karya ilustrasi sampai selesai! Semoga bukunya bermanfaat untuk kegiatan bermain bersama Nolan nanti! Oh ya, di bawah ini adalah tulisan Riri yang kami muat di halaman dedikasi buku Perang Makanan edisi Nolan. :)

Untuk anakku,

Nolan Athar Anargya

Mencoba sesuatu hal baru tanpa bekal yang mumpuni bukan hal yang mudah dilakukan bagi Mama. Selama ini seringkali Mama urung untuk mencoba atau bahkan menyerah dan berhenti di tengah prosesnya.

Baru setelah menjadi Mamamu, untuk pertama kalinya, Mama akhirnya punya keberanian untuk melawan rasa takut itu.

Menjadi ilustrator untuk cerita ini adalah pengalaman pertama Mama berilustrasi, dengan kemampuan yang masih terbatas, Mama berusaha menyelesaikannya hingga akhir, untuk diri Mama sendiri.

Supaya kamu bisa tahu, tidak punya keahlian cukup bukan alasan yang tepat untuk takut memulai hal baru. Hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi awal bukan alasan yang tepat untuk mundur dan berhenti di tengah prosesnya.

Karena apapun hasil akhirnya, yang terpenting adalah keseluruhan prosesnya.

Proses belajar melawan rasa takut, belajar untuk disiplin dan konsisten, belajar membagi waktu dan memilah skala prioritas, belajar mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri.

Nolan Athar Anargya,

Semangat untuk terus belajar ya.

Selamat berproses.

Doa Mama selalu ada di setiap pilihanmu.

WhatsApp Image 2018-11-29 at 16.05.37.jpeg

Riri, Nolan dan Perang Makanan